Rabu, 03 Januari 2018

PIAGAM GUMI SASAK



Tanggal peresmian 26 Desember 2015
Tempat Aula Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Lombok.
Tokoh yang didaulat membacakan piagam gumi sasak, seorang tokoh sejarawan yang bernama Dr. Muhammad Fadjri dan didampingi oleh salah satu tokoh sastrawan yaitu Murahim M.Pd sebagai pembawa piagam.
Tokoh-tokoh penting yang bertanda tangan di dalam Piagam Gumi Sasak, antara lain:
1.      Drs. Lalu Azhar
2.      Drs. Haji Lalu Mujtahid
3.      Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
4.      TGH. Ahyar Abduh
5.      Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
6.      Dr. Muhammad Fajri, M.A
7.      Dr. Jamaludin, M. Ag
8.      Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
9.      Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
10.  Dr. H. Sudiman M. Pd
11.  Dr. H. L., Agus Fathurraman
12.  Mundzirin
13.  L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd.

PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan mata rantai sejarah kemanusisaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan kedalam pemikiran bangsa Sasak  yang  terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati diri  yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah Bangsa Sasak diwarnai oleh hikmah yang tertuang  dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran Budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jati diri sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan Budaya dan Sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa interior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan “PIAGAM GUMI SASAK” sebagai berikut:
Pertama      :Berjuang bersama menggali dan menegakan jati diri bangsa  Sasak demi kedaulatan dan kehormatan Budaya Sasak.
Kedua          :Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual Bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian, kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga         :Berjuang bersama menegakan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat   :Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak Baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima   :Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter,bersatu dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan Bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

13 komentar:

  1. Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung, kalau bisa komentar juga di postingan sebelumnya ya.

      Hapus
  2. bagus sekali thanx to upload,semoga bermanfaat bagi penulis dan yang membaca

    BalasHapus
  3. Terimakasih informasinya min, semoga bisa jadi panutan bagi suku-suku yg lain

    BalasHapus
  4. Semoga menginspirasi suku-suku yg lain untuk membuat dan menyatakan pernyataan mengenai jadi diri sukunya. Nice post

    BalasHapus
  5. Bangga jadi orang Sasak

    BalasHapus

PRESEAN: ADU NYALI DAN KEJANTANAN

Presean berarti pertarungan dengan menggunakan Penjalin (Rotan) sebagai alat untuk memukul dan Ende (Shield) sebagai alat pelindung. ...